Jumat, 30 Mei 2014

KEANEKARAGAMAN EKOSISTEM RAWA



KEANEKARAGAMAN EKOSISTEM RAWA  
 
                                       Oleh                           
                               Jaimah
              SMAN 1 Daha Utara


 
Ragam Ekosistem Rawa
A.    Ekosisten Rawa
Rawa merupakan sebutan untuk semua daerah yang tergenang air, yang penggenangannya datar bersifat musiman ataupun permanen dan ditumbuhi oleh tumbuhan (vegetasi). Hutan rawa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Jenis-jenis floranya antara lain: durian burung (Durio carinatus), ramin (Gonystylus sp), terentang (Camnosperma sp.), kayu putih (Melaleuca sp), sagu (Metroxylon sp), rotan, pandan, palem-paleman dan berbagai jenis liana. Faunanya antara lain : harimau (Panthera tigris), Orang utan (Pongo pygmaeus), rusa (Cervus unicolor), buaya (Crocodylus porosus), babi hutan (Sus scrofa), badak, gajah, musang air dan berbagai jenis ikan.
Ekosistem rawa memiliki ciri-ciri antara lain suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang, dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, dan memiliki tumbuhan seperti jamur, gulma, dan alga yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air tawar yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani.
Komponen pembentuk ekosistem rawa terdiri dari abiotik dan biotik. Komponen abiotik dapat berupa suhu, air, garam, cahaya matahari, tanah dan batu, serta iklim. Komponen biotik seperti gulma, eceng gondok, mikroorganisme pengurai, udang dan ikan nila. Setiap komponen tersebut membentuk suatu rantai makanan.
Rawa penting sebagai kawasan penyangga untuk menampung air dalam jumlah besar yang berasal dari curahan hujan lebat dan sebagai regulator aliran air tetapi daya tampung rawa jauh lebih besar. Fungsi regulator untuk kontinuitas aliran air, sehingga sangat penting bagi makhluk hidup termasuk manusia yang berdiam di hilir rawa. Peningkatan jumlah gulma menyebabkan penurunan jumlah ikan air tawar. Akan tetapi, Gulma air secara ekologis berperan mengurangi bahan pencemar.

A.    Ekosistem Hutan Rawa Gambut
1.      Pengertian Ekosistem Hutan Rawa Gambut
Hutan rawa gambut merupakan hutan dengan lahan basah yang tergenang yang biasanya terletak dibelakang tanggul sungai . Hutan ini didominasi oleh tanah-tanah yang berkembang dari tumpukan bahan organik, yang lebih dikenal sebagai tanah gambut atau tanah organik.
Hutan rawa dan hutan gambut terdapat didalam satu daerah, dan biasanya hutan gambut merupakan kelanjutan dari hutan rawa. Perbedaannya hanya pada hutan gambut yang memilki lapisan gambut, yakni lapisan bahan organik yang tebal mencapai 1-2 meter, sedangkan hutan rawa lapisannya hanya sekitar 0,5 meter.
Jenis vegetasi hutan gambut biasanya terdiri dari jenis Palmae, Pandanus, Podocarpus, dan beberapa dari family Dipterocarpaceae.

2.      Komponen Penyusun Hutan Rawa Gambut
a.       Komponen Biotik
Kekhasan lingkungan abiotik hutan rawa gambut membuat hanya spesies tertentu yang mampu bertahan dilingkungan ekosistem ini.

b.      Komponen Abiotik
1.      Rawa Pasang Surut
Rawa pasang surut merupakan lahan rawa yang genangannya dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Tingginya air pasang dibedakan menjadi dua, yaitu pasang besar dan pasang kecil.
Rawa lebak adalah lahan rawa yang genangannya terjadi karena luapan air sungai dan atau air hujan didaerah cekungan pedalaman. Genangannya umumnya terjadi pada musim hujan dan menyusut pada musim kemarau. Tinggi genangan air minimal 50 cm.
Rawa lebak yang dimanfaatkan atau dibudidayakan untuk pengembangan pertanian, termasuk perikanan dan peternakan disebut lahan rawa lebak.
Potensi lahan rawa lebak di Indonesia mencapai 14 juta ha, terdiri dari rawa lebak dangkal seluas 4.166.000 ha, lebak tengahan seluas 6.076.000 ha, dan lebak dalam seluas 3.039.000 ha.
2.      Rawa Lebak Peralihan
Merupakan lahan rawa lebak yang pasang surutnya air laut masih terasa disaluran primer atau di sungai.


B.     Ekosistem Rawa Air Tawar
Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya mineral dengan pH sekitar 6. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh beragam jenis vegetasi. Hal ini disebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah pada berbagai ekosistem rawa air tawar. Dibeberapa daerah pada rawa-rawa tersebut ditumbuhi rumput, ada pula yang hanya ditumbuhi jenis pandan atau palem yang menonjol.
Ekosistem air tawar memiliki beberapa karakteristik, seperti variasi suhu yang perubahannya tidak menyolok, tumbuhan yang dominannya alga, dan keadaan lingkungannya dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Karakteristik ekosistem air tawar lainnya seperti tumbuhan rendah bersel satu mempunyai dinding sel yang kuat, sedang tumbuhan tingkat tinggi mempunyai akar sulur untuk melekat pada bagian dasar perairan, misalnya teratai, kangkung, ganggang biru, dan ganggan hijau. Sedangkan karakteristik hewannya memiliki ciri-ciri mengeluarkan air berlebih, garam diabsorpsi (diserap) melalui insang secara aktif dan sedikit minum, air masuk dalam tubuh secara osmosis.

Daftar Pustaka

1 komentar: