KEANEKARAGAMAN EKOSISTEM RAWA
Oleh
Jaimah
SMAN 1 Daha Utara
Ragam Ekosistem Rawa
A. Ekosisten Rawa
Rawa merupakan sebutan untuk semua
daerah yang tergenang air, yang penggenangannya datar bersifat musiman ataupun
permanen dan ditumbuhi oleh tumbuhan (vegetasi). Hutan rawa memiliki
keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Jenis-jenis floranya antara lain:
durian burung (Durio carinatus),
ramin (Gonystylus sp), terentang (Camnosperma sp.), kayu putih (Melaleuca sp), sagu (Metroxylon sp), rotan, pandan,
palem-paleman dan berbagai jenis liana. Faunanya antara lain : harimau (Panthera tigris), Orang utan (Pongo pygmaeus), rusa (Cervus unicolor),
buaya (Crocodylus porosus), babi hutan (Sus scrofa), badak,
gajah, musang air dan berbagai jenis ikan.
Ekosistem rawa memiliki ciri-ciri
antara lain suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang,
dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, dan memiliki tumbuhan seperti jamur,
gulma, dan alga yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air tawar
yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani.
Komponen pembentuk ekosistem rawa
terdiri dari abiotik dan biotik. Komponen abiotik dapat berupa suhu,
air, garam, cahaya matahari, tanah dan batu, serta iklim. Komponen biotik
seperti gulma, eceng gondok, mikroorganisme pengurai, udang dan ikan nila.
Setiap komponen tersebut membentuk suatu rantai makanan.
Rawa penting
sebagai kawasan penyangga untuk menampung air dalam jumlah besar yang berasal
dari curahan hujan lebat dan sebagai regulator aliran air tetapi daya tampung
rawa jauh lebih besar. Fungsi regulator untuk kontinuitas aliran air, sehingga
sangat penting bagi makhluk hidup termasuk manusia yang berdiam di hilir rawa.
Peningkatan jumlah gulma menyebabkan penurunan jumlah ikan air tawar. Akan
tetapi, Gulma air secara ekologis berperan mengurangi bahan pencemar.
A. Ekosistem Hutan Rawa Gambut
1. Pengertian Ekosistem Hutan Rawa
Gambut
Hutan rawa
gambut merupakan hutan dengan lahan basah yang tergenang yang biasanya terletak
dibelakang tanggul sungai . Hutan ini didominasi oleh tanah-tanah yang
berkembang dari tumpukan bahan organik, yang lebih dikenal sebagai tanah gambut
atau tanah organik.
Hutan rawa
dan hutan gambut terdapat didalam satu daerah, dan biasanya hutan gambut
merupakan kelanjutan dari hutan rawa. Perbedaannya hanya pada hutan gambut yang
memilki lapisan gambut, yakni lapisan bahan organik yang tebal mencapai 1-2
meter, sedangkan hutan rawa lapisannya hanya sekitar 0,5 meter.
Jenis
vegetasi hutan gambut biasanya terdiri dari jenis Palmae, Pandanus, Podocarpus,
dan beberapa dari family Dipterocarpaceae.
2. Komponen Penyusun Hutan Rawa Gambut
a. Komponen Biotik
Kekhasan lingkungan abiotik hutan
rawa gambut membuat hanya spesies tertentu yang mampu bertahan dilingkungan
ekosistem ini.
b. Komponen Abiotik
1. Rawa Pasang Surut
Rawa
pasang surut merupakan lahan rawa yang genangannya dipengaruhi oleh pasang
surutnya air laut. Tingginya air pasang dibedakan menjadi dua, yaitu pasang
besar dan pasang kecil.
Rawa lebak adalah lahan rawa yang
genangannya terjadi karena luapan air sungai dan atau air hujan didaerah
cekungan pedalaman. Genangannya umumnya terjadi pada musim hujan dan menyusut
pada musim kemarau. Tinggi genangan air minimal 50 cm.
Rawa lebak yang dimanfaatkan atau
dibudidayakan untuk pengembangan pertanian, termasuk perikanan dan peternakan
disebut lahan rawa lebak.
Potensi lahan rawa lebak di
Indonesia mencapai 14 juta ha, terdiri dari rawa lebak dangkal seluas 4.166.000
ha, lebak tengahan seluas 6.076.000 ha, dan lebak dalam seluas 3.039.000 ha.
2. Rawa Lebak Peralihan
Merupakan lahan rawa lebak yang
pasang surutnya air laut masih terasa disaluran primer atau di sungai.
B. Ekosistem Rawa Air Tawar
Ekosistem air tawar merupakan
ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya mineral
dengan pH sekitar 6. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh beragam jenis
vegetasi. Hal ini disebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah pada berbagai
ekosistem rawa air tawar. Dibeberapa daerah pada rawa-rawa tersebut ditumbuhi
rumput, ada pula yang hanya ditumbuhi jenis pandan atau palem yang menonjol.
Ekosistem air tawar memiliki
beberapa karakteristik, seperti variasi suhu yang perubahannya tidak menyolok,
tumbuhan yang dominannya alga, dan keadaan lingkungannya dipengaruhi oleh iklim
dan cuaca. Karakteristik ekosistem air tawar lainnya seperti tumbuhan rendah
bersel satu mempunyai dinding sel yang kuat, sedang tumbuhan tingkat tinggi
mempunyai akar sulur untuk melekat pada bagian dasar perairan, misalnya
teratai, kangkung, ganggang biru, dan ganggan hijau. Sedangkan karakteristik
hewannya memiliki ciri-ciri mengeluarkan air berlebih, garam diabsorpsi (diserap)
melalui insang secara aktif dan sedikit minum, air masuk dalam tubuh secara
osmosis.
Daftar
Pustaka
hmmm..... bujuran kah ngitu mmah??
BalasHapus